Friday, October 11, 2013

Mukena Bordir

Mukena bordir... saya khusus menulis tentang sesuatu yang berkaiatan dengan mukena. Kenapa? Karena saat ini saya bergelut dengan sesuatu yang berbeda. Saya terjun ke dunia bisnis online yang menjual produk mukena, salah satunya adalah mukena bordir online. Memang sejak lama saya ingi merubah cara pancang lingkungan saya dimana jual beli dimaknai hanya di dunia offline, di pasar di ruko di toko atau di rumah. Ya itu juga bagus, tetapi ditengah dunia yang terus berkembang dan bergerak, ada peluang baru yaitu jual beli online. Nah kebetulan saya sendiri sejak kuliah senang dengan dunia online. Saya blogger sejaka lama, ini salah satu blog saya. Saya juga internet marketeer, saya juga pelaku social entepreneur. Akhirnya... klop dehhh... dunia itu yang kemudian menjadi pertemuan ide bisnis online mukena dan produk sejenisnya. Saat ini saya terus mendorong teman-teman dekat saya untuk terjun ke dunia ini, online marketing. Saya melatih pemuda dan pelajar untuk ngeblog yang produktif.... menjadi facebooker yang tidak hanya allay dan narsis,, tetapi juga bisa jadi duit dan inspiring people... menggerakan teman-teman lingkungannya.. dan menjadi ide kreatif bagi sesama...Bisnis online itu mudah... Bisnis online itu tak terbatas.. ayo coba lihat dilingkunganmu ada produk apa.. terus buat status di facebook atau tulis yang agak panjang dan panjang diblog... lihat komentar teman-teman kita.... dan eng ing eng... kita dah mulai ACTION bisnis online... yukk share dan koment... kita ketemu dalam tulisan berikutnya tentang teknik teknik pemasaran, nanti saya share yang berkaitan langsung mukena bordir murah yang dijual secara online sebagai studi kasusnya… see u .. mampir ke rumah boleh juga ..hehehe.. ada kopi yang mau intens mentoringnya.. terimakasih…

Thursday, January 18, 2007

PAK POLISI, TEMBAKLAH DIRI ANDA SENDIRI

PAK POLISI, TEMBAKLAH DIRI ANDA SENDIRI
Harian Jawa Pos, 9 Desember 2006

9 Desember 2003, Perserikat Bangsa-Bangsa telah merativikasi Konvensi Anti Korupsi di Merida, Meksiko. Tanggal tersebut kemudian ditetapkan menjadi Hari Anti Korupsi Sedunia. Negara kita memperhatikan parahnya tindak korupsi di Indonesia dan menyikapi Konvensi Anti Korupsi, kemudian menerbitkan Inpres No. 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi. Namun, rasanya praktik korupsi tidak beranjak berkurang. Justru ada didepan mata kita, bahkan dilakukan diruang penegak hukum, di kantor kepolisian.
Kalau kita ingin mengurus SIM di kantor Samsat Kepolisian, bacalah dengan cermat poster, atau spanduk atau panduan-panduan yang ada. Banyak pesan-pesan yang menganjurkan untuk tidak melakukan “korupsi dan penyuapan”. Namun, hal ini sepertinya hanya hiasan dinding semata di kantor penegak hukum itu. Prakteknya, banyak prosedur yang bisa kita buat singkat dengan memberi ongkos lebih. Kalau kita malas dengan birokrasinya, kita bisa menitipkan kepada jasa calo yang ada. Kalau anda tidak mau dengan jasa calo, dan tidak disulitkan dengan birokrasinya serta ingin membayar dengan murah anda tinggal bilang, “saya wartawan, ini kartu pers saya”. Dijamin hanya hitungan jam, SIM sudah ditangan.
Memang, inilah wajah bopeng kepolisian kita. Di Jombang misalnya (dan di kota lain saya kira sama), polisi sering melakukan pemalakan di jalan-jalan dengan dalih melanggar peraturan, dari yang tidak punya SIM, menyalahi jalur dan rambu-rambu, hingga gara-gara hal yang sepele, tidak memasang tutup ban. Jadi, peran preman jalanan sekarang beralih ke preman berseragam.
Nah, kalau demi penegakan hukum dan keadilan penjahat-penjahat yang susah ditangkap biasanya diburu sampai ditembak ditempat, mungkin praktek jahat polisi kita juga sama susahnya untuk diberantas. Sehingga, secara humor, saya memohon: pak polisi, tembaklah diri anda sendiri. Ini demi keadilan dan hukum supaya tegak.

E. Musyadad
Warga Epistoholik Indonesia
Jl. Ki Hajar Dewantara I No. 11 Jombang Jawa Timur 61419

Monday, September 18, 2006

SURAT UNTUK BUPATI JOMBANG

SURAT UNTUK BUPATI JOMBANG
Kompas Edisi Jatim, 19 September 2006

Yang Terhormat Pak Bupati Jombang, dengan ini saya ingin menyapa anda dengan sebuah cerita sebagai berikut:
Pada sebuah Minggu pagi jam 08.00 WIB (10 September 2006) saya berkeliling Kota Jombang menggunakan sepeda onthel. Saya sempatkan masuk ke gang-gang kecil yang tidak pernah saya lewati sebelumnya. Aduh, alangkah tiba-tiba mata saya terbelalak. Ditengah kota yang sedang membangun citra adipura, Kota Jombang ternyata masih belum bisa maksimal mengangat kesejahteraan rakyatnya. Kemiskinan itu ternyata masih sangat nyata di tengah-tengah kota sekalipun.
Perjalanan tetap saya teruskan masuk gang satu ke gang lain, hingga akhirnya sampai ke Pasar Legi, pusat pasar di Jombang. Namun, jalanan macet. Ada penutupan tiba-tiba. Ternyata puluhan pasukan kuning sedang menyapu ditengah jalan di belakang mobil penyangkut air. Jalan A. Yani disemprot dengan air dan puluhan orang dibelakangnya menyapu jalan secara bersamaan. Hal ini sama persis yang terjadi di jalan A. Wahid Hasyim seminggu yang lalu. Kemudian, saya menebak-nebak, pasti proyek “nyapu dan ngepel” jalan ini adalah bentuk dari upaya Kota Jombang untuk mendapat julukan Kota Adipura. Benarkah Pak Bupati?
Saya menjadi berpikir, di satu pihak kemiskinan saja masih nyata di tengah kota, disisi lain Pemerintah Jombang justru mencari muka dengan bersih-bersih kota, sampai jalanan saja dipel. Sebuah kebijakan yang saya kira sama sekali tidak sensitif kesejahteraan rakyatnya. Pak Bupati, dengan surat ini saya mengingatkan bahwa staff anda (Dinas tertentu) telah salah membuat kebijakan. Dengan surat ini pula saya usul, agar pemerintah Jombang membangun jalan khusus sepeda ontel yang selama ini telah ada di jalan A. Wahid Hasyim, khususnya di jalan Merdeka dan jalan A. Yani. Jalan khusus untuk sepeda onthel dan becak ini akan memberi manfaat besar bagi warga kota yang relatif miskin seperti Jombang dimana mereka hanya mampu mengunakan transportasi non motor untuk mobilitasnya. Dari pada untuk proyek yang sia-sia semacam Adipura, saya pikir lebih memberi akses yang luas terhadap warganya dalam transportasi. Surat ini sekaligus saya tembuskan kepada seluruh bupati dan wali kota se-Indonesia. Demikian, terima kasih

E Musyadad
Anggota Perhimpunan Sepeda Onthel Jombang dan Warga Epistoholik Indonesia
Jl. Ki Hajar Dewantara I No. 11 Jombang Jawa Timur 61419